MD.COM, MIAMI USA – Hidayaturrahman, M.Mar, Eng, atau yang lebih dikenal sebagai Bas Hidayat, merupakan seorang pelaut Indonesia lulusan Akademi Maritim Cirebon (AMC) yang kini sukses menembus pasar kerja internasional.
Saat ini, ia bekerja sebagai KKM (Chief Engineer) di sebuah kapal asing yang berlayar di Miami, Florida, Amerika Serikat. Keberhasilannya ini tidak lepas dari kompetensinya di bidang teknik kapal, yang membawanya menjadi bagian dari perusahaan pelayaran asing. Dalam wawancara eksklusif dengan Maritimdaily.com pada 30 Desember 2024, Bas berbagi perjalanan kesuksesannya serta pandangannya mengenai peluang bagi pelaut Indonesia di industri pelayaran global.
Menurut Bas, permintaan tenaga kerja pelaut di pasar internasional saat ini sangat stabil, membuka peluang besar bagi pelaut Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan terus meningkatnya jumlah kapal komersial dan yacht, kebutuhan akan pelaut profesional semakin tinggi. Pelaut Indonesia yang memiliki sertifikasi internasional memiliki peluang besar untuk bersaing dengan pelaut dari negara lain.
“Indonesia dikenal memiliki sumber daya pelaut terbesar di dunia, namun sayangnya banyak yang belum terserap maksimal di industri pelayaran internasional. Kuncinya adalah meningkatkan kompetensi dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan internasional seperti IMO (International Maritime Organization),” ujar Bas melalui pesan WhatsApp.
Di mata perusahaan pelayaran asing, reputasi pelaut Indonesia cukup baik. “Secara global, pelaut Indonesia dikenal sebagai pekerja keras dan fleksibel, sehingga banyak perusahaan pelayaran yang tertarik mempekerjakan mereka,” tambahnya. Untuk itu, Bas menekankan pentingnya pelaut Indonesia untuk terus meningkatkan kualifikasi dan keahlian mereka sesuai dengan standar internasional.
Ia juga menyoroti pentingnya lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan di Indonesia untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas. Tak ketinggalan, ia berharap pemerintah juga semakin mendukung kebijakan pro-maritim agar kualitas SDM maritim di Indonesia semakin baik.
Selain peluang di kapal komersial, Bas juga menyoroti potensi besar di sektor kapal pesiar, kapal offshore, dan superyacht, yang menawarkan gaji lebih tinggi serta pengalaman kerja yang berbeda. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kini membuka peluang bagi pelaut terampil, khususnya di sektor superyacht dan kapal mewah.
“Peluang besar ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia, apalagi dengan jumlah angkatan kerja yang tinggi, sementara peluang kerja semakin terbatas,” paparnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam hal anggaran untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan tinggi pelayaran di Indonesia.
Indonesia, sebagai negara maritim dengan potensi sumber daya kelautan yang besar, harus memperkuat kualitas SDM maritim agar dapat memaksimalkan peluang yang ada di industri pelayaran global.






