CILEGON, Maritimdaily.com – Sebuah video kecelakaan kerja dan lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ciwandan beredar, Selasa (24/2/2026). Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan detik-detik sebuah truk melaju kencang lalu menghantam Billet baja yang tengah diangkut forklift di area pelabuhan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.23 WIB. Dalam video yang diterima redaksi maritimdaily.com, tampak forklift sedang memindahkan material Billet baja dari area galangan kapal untuk dipindahkan ke titik lain. Di saat bersamaan, sebuah truk melintas dengan kecepatan cukup tinggi dan langsung menabrak ujung besi yang menjulur dari alat berat tersebut.
Benturan keras tak terhindarkan. Suara tabrakan terdengar jelas, disertai kepanikan para pekerja di sekitar lokasi. sementara kendaraan yang terlibat berhenti mendadak di tengah area operasional pelabuhan yang saat itu tampak cukup sibuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan sementara, kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa. Sopir truk dikabarkan meninggal dunia akibat benturan keras di bagian depan kendaraan. Namun hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut masih dalam penelusuran lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, bagian komersial Port Banten Ciwandan, Rio Wijaya, menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan detail.
“Masih kami kroscek kebenarannya dan masih mencari data aktual,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut menandakan pihak pengelola pelabuhan masih melakukan verifikasi internal terkait kronologi maupun dampak kecelakaan.
Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan kerja dan manajemen lalu lintas di kawasan pelabuhan. Area bongkar muat dan distribusi material berat semestinya memiliki pengaturan jalur yang tegas antara kendaraan operasional dan aktivitas alat berat seperti forklift. Kelalaian sekecil apa pun bisa berujung fatal.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan unsur kelalaian, pelanggaran prosedur keselamatan, maupun faktor kecepatan kendaraan.
Tragedi di kawasan industri seperti ini menjadi pengingat keras bahwa disiplin keselamatan bukan sekadar standar operasional di atas kertas, melainkan benteng terakhir perlindungan nyawa para pekerja.
(Has/Red*)






