Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN, Maritimdaily.com – Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), H. Juswandi Kristanto, menegaskan pentingnya profesionalisme, kepatuhan regulasi, dan percepatan kinerja bongkar muat sebagai kunci menurunkan biaya logistik nasional.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APBMI Banten, Rabu (11/2/2026). Dalam kesempatan itu, Juswandi memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPW APBMI Banten, Alawi Mahmud, yang dinilai konsisten menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Saya mengapresiasi Pak Alawi karena sudah menjalankan organisasi sesuai AD/ART. Bahkan ini sudah Rakerwil yang kedua, artinya komitmen organisasinya kuat,” ujar Juswandi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Juswandi juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan seleksi ketat anggota perusahaan bongkar muat yang diusulkan DPW APBMI Banten. Menurutnya, sektor bongkar muat bukan sekadar bisnis, melainkan pekerjaan berisiko tinggi yang menuntut SDM unggul dan berkompeten.

“Bongkar muat itu rawan kecelakaan. Karena itu yang boleh bekerja harus benar-benar terseleksi, punya SDM yang baik, pelatihan yang memadai, dan kompetensi yang teruji. Kita harus memilih yang terbaik,” tegasnya.

Baca Juga :  Zia Ulhaq; Jam Tangan, Mobil Mogok, dan Masa Depan HIPPI

Dalam perspektif Juswandi, kualitas perusahaan bongkar muat akan langsung berpengaruh pada kinerja pelabuhan. Semakin profesional dan cepat layanan yang diberikan, maka semakin rendah biaya logistik yang harus ditanggung industri nasional.

“Kalau kita bekerja cepat, maka biaya freight turun. Artinya biaya logistik nasional ikut turun. Itu berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelabuhan adalah simpul utama rantai pasok nasional. Kinerja bongkar muat yang lambat bukan hanya menghambat arus barang, tetapi juga memperberat ongkos produksi dan distribusi.

Di sisi lain, Juswandi juga mengingatkan pentingnya kepastian hukum bagi perusahaan bongkar muat. Ia menegaskan bahwa posisi APBMI dan PBM telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2004, khususnya Pasal 90A, yang menyatakan bahwa badan usaha pelabuhan wajib bermitra dengan perusahaan bongkar muat.

“Jadi bukan kami yang mencari mitra, tapi mereka yang wajib bermitra dengan PBM. Itu amanat undang-undang. Ini yang harus terus kita perjuangkan agar semua berjalan sesuai aturan,” katanya.

Namun di tengah optimisme membangun pelabuhan yang profesional dan berdaya saing, Juswandi menyampaikan nada kekecewaan atas minimnya kehadiran unsur pemerintah daerah dan instansi pembina dalam forum penting tersebut.

Baca Juga :  AKSI: Jaga Laut, Selamatkan Masa Depan — Terumbu Karang Merak Jadi Fokus Latihan Gabungan Penyelam

“Saya sangat kecewa. Ini acara strategis, tapi tidak ada perwakilan pemerintah, tidak ada Walikota atau pejabat pembina. Padahal PBM ini ujung tombak pergerakan barang di Cilegon,” ungkapnya.

Menurut Juswandi, perusahaan bongkar muat tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja besar bagi masyarakat. Di tengah ancaman otomatisasi dan digitalisasi, sektor ini masih menjadi salah satu penyangga padat karya di kawasan industri dan pelabuhan.

“Kalau PBM tidak berjalan, pengangguran bisa meningkat. Kami ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Jadi jangan dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Melalui Rakerwil APBMI Banten, Juswandi berharap akan lahir tata kelola pelabuhan yang lebih profesional, lebih cepat, dan lebih berpihak pada efisiensi nasional. Baginya, masa depan ekonomi maritim Indonesia tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pelaku usaha dan keberpihakan regulasi.

“Kami dari pusat akan terus mendorong agar PBM di seluruh Indonesia, termasuk di Banten, bisa bekerja dengan baik, memberi manfaat bagi masyarakat, dan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.

 

(Has/Red*)

Berita Terkait

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat
APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A
Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur
Truk Hantam Billet baja di Pelabuhan Ciwandan, Sopir Diduga Tewas
Ketua APBMI Banten Salurkan Bantuan Pelindo untuk Warga Terdampak Banjir di Ciwandan
Dugaan PT MMS Abaikan Amdal, Aktivis Desak Evaluasi Ulang
Roadshow MuslimPreneur Perdana di Cilegon: Ketika Spiritualitas dan Bisnis Dipertemukan dalam Satu Panggung
Aptrindo Banten Gelar Rapat Persiapan Musda III, Bursa Calon Ketua Resmi Dibuka
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:59 WIB

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:30 WIB

APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:02 WIB

Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:39 WIB

Truk Hantam Billet baja di Pelabuhan Ciwandan, Sopir Diduga Tewas

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04 WIB

Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional

Berita Terbaru