Prof. Sri Tutie Rahayu : Maritim Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tahun 2025

- Redaksi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MD.com, Semarang – Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun yang penuh tantangan, namun juga menyimpan berbagai peluang. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, dibutuhkan strategi yang tepat guna memperkuat ekonomi nasional, terutama dengan menyoroti sektor maritim Indonesia yang memiliki potensi besar.

Salah satu strategi utama yang dapat diterapkan adalah penguatan sektor pelayaran yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, Guru Besar POLIMARIN Semarang, mengungkapkan pentingnya identifikasi sumber daya manusia di sektor maritim yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pengembangan kompetensi tenaga kerja yang ada sangat krusial untuk memaksimalkan potensi maritim Indonesia.

Baca Juga :  BPKS Bahas Efisiensi Lalu Lintas Barang di FTZ Sabang

“Pelaut Indonesia terkenal kompeten, memiliki karakter yang kuat, dan berdaya saing tinggi di industri pelayaran global,” ujar Prof. Sri Tutie dalam perbincangannya dengan Maritimdaily.com melalui pesan WhatsApp pada 31 Desember 2024.

Prof. Sri Tutie menambahkan bahwa pelaut Indonesia saat ini menjadi salah satu pemasok utama tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dalam sektor maritim global. Indonesia, dengan sekitar 17.500 pulau, memiliki posisi yang sangat strategis di kancah maritim dunia.

Keunggulan ini menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam perdagangan global, yang semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  BPSDMP Kemenhub Siapkan Pelaut Indonesia Berkualitas Global Hadapi Tantangan Maritim Dunia

Potensi sumber daya maritim Indonesia, baik dari sisi ekonomi, ekologi, maupun geopolitik, menawarkan peluang besar untuk kemajuan negara. Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, diharapkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat meningkat dari 6,4% pada tahun 2015 menjadi 12,5% pada tahun 2045.

Dengan berbagai peluang yang ada, sektor maritim Indonesia diharapkan dapat berperan lebih besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat
APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A
Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur
Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional
Menuju Rakerwil II, APBMI Banten Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan
SNNU Banten Dorong Regenerasi Nelayan Lewat Konfercab Serang
APBMI Banten Matangkan Rakerwil II 2025: Tunjukkan Kapasitas Sebagai Hub Logistik Nasional
Pelabuhan Bukit Pinang Kembali Terhambat: Akses dan Fasilitas Jadi Kendala
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:59 WIB

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:30 WIB

APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:02 WIB

Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04 WIB

Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional

Rabu, 12 November 2025 - 14:54 WIB

Menuju Rakerwil II, APBMI Banten Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan

Berita Terbaru