PRAMARIN Jawa Tengah: Pelaut Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Maritim Indonesia

- Redaksi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MD.com, Semarang – Ekonomi biru, yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, semakin menjadi visi strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, sektor pelayaran memiliki peran krusial dalam mengelola lingkungan laut serta mendukung rantai pasok global. Menurut Ketua DPD PRAMARIN Jawa Tengah, Prof. Dr. Sri Tuti Rahayu, penerapan ekonomi biru di sektor pelayaran dapat diwujudkan melalui beberapa langkah strategis yang mendukung keberlanjutan dan efisiensi.

“Langkah awal untuk menerapkan ekonomi biru adalah dengan merancang kapal ramah lingkungan, seperti pengembangan kapal listrik dan hybrid,” ujar Prof. Sri Tuti dalam wawancara dengan Maritimdaily.com pada Rabu, 31 Desember 2024. Ia juga menekankan pentingnya teknologi ramah lingkungan serta penguatan kegiatan penelitian untuk mencegah pencemaran laut, sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut yang sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Prof. Sri Tuti menyarankan implementasi sistem rute pelayaran yang efisien, dengan memperhatikan prediksi cuaca dan arus laut guna menghemat bahan bakar. Digitalisasi pelabuhan cerdas juga sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat, mempersiapkan logistik, serta menghemat waktu sandar kapal dan emisi karbon. Revitalisasi pelabuhan, menurutnya, harus dilaksanakan untuk menciptakan ekosistem pelabuhan ramah lingkungan, yang mencakup fasilitas daur ulang limbah dan konektivitas logistik yang lebih baik.

Baca Juga :  ABUPI: Proteksi Kebijakan Dagang AS dan Tiongkok, Tantangan dan Peluang bagi Industri Pelabuhan dan Logistik Nasional 2025

Kolaborasi Nasional dan Internasional

Prof. Sri Tuti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan akademik dalam mewujudkan ekonomi maritim yang berkelanjutan. “Perjuangan gigih untuk menguatkan peran Indonesia di International Maritime Organization (IMO) sangat diperlukan. Penerapan prinsip ekonomi biru akan memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar sektor akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor logistik, dengan berbagi sumber daya, teknologi, dan pengetahuan. Hal ini, pada gilirannya, akan mengurangi waktu sandar kapal dan mempercepat pengaturan logistik, yang sangat penting untuk daya saing Indonesia di pasar global.

Pengembangan Potensi Pelaut Indonesia

Untuk memaksimalkan potensi pelaut Indonesia, Prof. Sri Tuti mengusulkan beberapa strategi pengembangan yang melibatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia maritim. Beberapa langkah yang perlu diambil antara lain:

1. Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Maritim : Meningkatkan keterampilan pelaut Indonesia agar tetap kompetitif di pasar global, sesuai dengan standar yang ditetapkan IMO.

2. Penyempurnaan Kurikulum Maritim : Melakukan peninjauan kurikulum secara periodik dan mengintegrasikan teknologi maritim modern serta energi ramah lingkungan (green shipping).

3. Pengembangan Ekosistem Maritim Nasional : Mengembangkan sektor maritim domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  BPSDM Kemenhub Luncurkan Pelatihan Maritim Inovatif, Cetak Pelaut Indonesia Siap Saingi Global

4. Peningkatan Kualitas Layanan Pelaut : Memperbaiki penerbitan sertifikat, manajemen kontrak kerja, serta jaminan sosial bagi pelaut baik di dalam maupun luar negeri.

5. Kolaborasi dengan Industri Kapal Lokal : Mendorong peluang kerja bagi pelaut domestik melalui kerjasama dengan industri kapal lokal.

6. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Pelaut : Memberikan jaminan sosial dan asuransi yang terpercaya bagi pelaut Indonesia.

Selain itu, Prof. Sri Tuti menekankan pentingnya peningkatan devisa negara melalui pengiriman pelaut berkualitas tinggi yang bekerja di kapal nasional maupun internasional. “Dengan meningkatkan jumlah pelaut berkualitas, Indonesia dapat memperkuat ekonomi maritimnya dan memberikan dampak positif pada perekonomian nasional serta global,” jelasnya.

Citra Pelaut Indonesia di Pasar Global

Melalui strategi yang tepat, Prof. Sri Tuti yakin bahwa Indonesia dapat meningkatkan citra pelautnya di pasar global. Pelaut Indonesia yang handal dan berkualitas tinggi dapat menjadi aset strategis dalam memperkuat ekonomi nasional serta berperan penting dalam perekonomian maritim global. “Reputasi pelaut Indonesia sebagai tenaga kerja berkualitas internasional akan menjadi keunggulan dalam menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Dengan mengoptimalkan potensi pelaut dan memperkuat sektor maritim secara keseluruhan, Indonesia diharapkan dapat semakin mantap sebagai negara maritim terkemuka di dunia.

Berita Terkait

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat
APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A
Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur
Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional
Menuju Rakerwil II, APBMI Banten Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan
SNNU Banten Dorong Regenerasi Nelayan Lewat Konfercab Serang
APBMI Banten Matangkan Rakerwil II 2025: Tunjukkan Kapasitas Sebagai Hub Logistik Nasional
Pelabuhan Bukit Pinang Kembali Terhambat: Akses dan Fasilitas Jadi Kendala
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:59 WIB

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:30 WIB

APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:02 WIB

Soal Kecelakaan Dump Truck-Forklift, Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Tanggap Darurat Sesuai Prosedur

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04 WIB

Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional

Rabu, 12 November 2025 - 14:54 WIB

Menuju Rakerwil II, APBMI Banten Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan

Berita Terbaru