Jakarta, MD.Com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkomitmen untuk mencetak pelaut Indonesia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Dengan semangat PROPRESTASI (Problem Solver, Responsive, Oriented to Goal, Profesional, Reform, Ethic, Sustainable, Transform, Attitude, Standar Global, Integrity), BPSDMP berperan sebagai katalisator dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor transportasi laut yang tak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui standar internasional.
*Meningkatkan Kualitas Lembaga Diklat dan Kompetensi Pelaut*
Untuk menjawab tantangan global yang semakin kompetitif, BPSDMP memprioritaskan dua fokus utama: penguatan lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) kepelautan serta pengembangan kompetensi pelaut sesuai dengan standar internasional. Lembaga diklat di bawah naungan BPSDMP kini dilengkapi dengan fasilitas mutakhir, termasuk simulator kelas dunia, kurikulum berbasis teknologi 4.0, serta pelatihan berstandar tinggi. Dengan fasilitas ini, para lulusan diklat siap memasuki industri pelayaran internasional dan diakui secara global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPSDMP, Subagiyo, menjelaskan bahwa melalui kerja sama dengan International Maritime Organization (IMO), BPSDMP tidak hanya melatih pelaut Indonesia dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam penguasaan soft skills. Di antaranya adalah penguasaan bahasa Inggris, pemahaman teknologi canggih, dan nilai keberlanjutan. Program-program pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran internasional dan regulasi internasional seperti STCW 1978, MARPOL 73/78, SOLAS 74, serta MLC 2006.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, mencetak pelaut unggul adalah tanggung jawab besar yang harus kita emban. Kami yakin pelaut Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam sektor maritim global,” ungkap Subagiyo.
*Inovasi Pelatihan untuk Masa Depan Maritim*
Pada tahun 2024, BPSDMP meluncurkan lebih dari 52 jenis pelatihan baru, termasuk Towing Master Training, Ship Management Training, dan Pandu Laut Dalam, yang telah disahkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Selain itu, jalur sertifikasi profesi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) diperkuat untuk memastikan lulusan memiliki lisensi profesional yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional.
BPSDMP juga menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara anggota IMO untuk membuka peluang kerja lebih luas bagi pelaut Indonesia di kapal berbendera asing. Penggunaan teknologi seperti Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) dalam metode pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) dan SMART Class merupakan langkah konkret menuju pendidikan maritim yang lebih modern dan efisien.
*Optimisme untuk Masa Depan Maritim Global*
Dengan dedikasi dan visi yang jelas, BPSDMP Kemenhub optimis dapat terus mencetak pelaut Indonesia yang tidak hanya akan menjadi bagian penting dari industri pelayaran global, tetapi juga berperan sebagai pemimpin yang membawa perubahan signifikan bagi sektor maritim dunia.






