Jakarta, MD.Com – Industri jasa kepelabuhanan dan pelayaran memiliki keterkaitan erat dengan sektor logistik secara keseluruhan. Pelabuhan dan pelayaran merupakan dua komponen penting dalam ekosistem logistik yang sangat dipengaruhi oleh dinamika perdagangan, baik internasional maupun domestik.
Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Aulia Februari Fatwa, dalam wawancaranya dengan Maritimdaily.com pada 26 Desember 2024, menekankan bahwa sektor logistik akan sangat dipengaruhi oleh situasi perdagangan global yang terus berkembang.
“Pada tahun 2025, perdagangan internasional kemungkinan belum akan sepenuhnya stabil. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor geopolitik, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah, seperti di Gaza dan Palestina, serta kebijakan proteksionisme yang diterapkan oleh negara-negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat,” ujar Aulia Februari Fatwa, yang akrab disapa Febri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Febri, kebijakan proteksionisme yang diterapkan oleh AS dan Tiongkok akan menciptakan gangguan dalam jalur distribusi perdagangan internasional. Selain itu, lanjutnya, banyak negara di kawasan Asia, termasuk negara-negara ASEAN, mulai beradaptasi dengan memindahkan pusat produksi mereka ke luar Tiongkok dan negara-negara Barat. Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak dari kebijakan perdagangan yang diberlakukan oleh kedua negara besar tersebut.
“Perpindahan pusat manufaktur ini memberikan peluang bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN untuk menjadi pusat produksi alternatif dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasokan global. Indonesia, khususnya, memiliki potensi besar untuk menjadi hub manufaktur yang dapat mendukung kegiatan ekspor, dan inilah yang akan mendorong permintaan terhadap sektor logistik, termasuk pelabuhan dan pelayaran,” kata Febri.
Namun, di sisi domestik, Febri optimistis bahwa sektor logistik nasional akan terus berkembang. “Dengan luasnya wilayah dan kebutuhan pasar yang terus berkembang, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjaga pertumbuhan sektor logistik dalam negeri. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, permintaan terhadap jasa logistik akan tetap meningkat, memberikan peluang bagi industri pelabuhan dan pelayaran domestik untuk berkembang,” tutup Febri.
Tantangan dari kebijakan dagang yang berlaku mungkin cukup signifikan, namun peluang bagi sektor logistik nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor, tetap terbuka lebar di tahun 2025.






