SURABAYA, Maritimdaily.com – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Hotel Wyndham, Surabaya, Sabtu (1/11/2025). Acara yang berlangsung sejak pagi ini mengusung tema besar: “Mewujudkan Keberlangsungan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) melalui Kemitraan dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP)”.
Momentum ini menjadi forum strategis bagi pelaku jasa kepelabuhanan di seluruh Indonesia untuk merumuskan langkah konkret penguatan ekosistem logistik nasional.
Rakernas dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Perhubungan RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., yang ditandai dengan pemukulan gong. Hadir pula dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono, jajaran Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta para pemangku kepentingan sektor maritim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum DPP APBMI, H. Juswandi Kristanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara PBM dan BUP sebagai kunci keberlangsungan bisnis bongkar muat.
“Era logistik modern membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi yang merusak. Kemitraan PBM dan BUP bukan hanya pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan pelayanan pelabuhan yang efisien, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.
Rakernas ini juga dihadiri tamu dari berbagai provinsi, termasuk Dewan Pengurus Wilayah APBMI Banten.
Salah satu agenda penting Rakernas adalah penandatanganan perjanjian kemitraan antara PT Pelindo dan DPW APBMI Sumatera Barat serta DPC APBMI Gresik. Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama mendorong tata kelola bongkar muat yang sehat, profesional, dan seimbang.
Acara turut menghadirkan sesi Talkshow dengan narasumber antara lain:
1. Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud
2. Perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI
3. Kepala Staf Presiden, Dr. Muhammad Qodari
4. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Fajar Dwi Wisnu
5. Jajaran Direksi Pelindo Subholding Multi Terminal
Diskusi menghadirkan perspektif kebijakan nasional, tantangan industri, hingga arah transformasi pelabuhan ke depan.
Rakernas dibuka dengan Tari Remo khas Jawa Timur, serta penampilan paduan suara Poltekpel. Momen foto bersama dengan atribut Rompi dan Helm K3 menegaskan komitmen APBMI terhadap budaya keselamatan kerja.
Setelah sesi sidang pleno I dan II, acara ditutup dengan makan malam dan pembagian doorprize. Panitia menegaskan, Rakernas bukan hanya forum formal organisasi, tetapi sarana penguatan jaringan dan nilai kebersamaan antar pelaku PBM seluruh Indonesia.
Pelabuhan adalah nadi ekonomi nasional. Di titik inilah arus komoditas strategis bergerak — energi, pangan, bahan baku industri, hingga logistik ekspor. Sayangnya, keberadaan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) kerap terpinggirkan oleh dominasi operator pelabuhan.
Rakernas IV APBMI hari ini menjadi panggung penting: PBM bukan sekadar entitas pelengkap, melainkan pilar utama distribusi logistik.
Kemitraan menjadi kata kunci. Tidak lagi memposisikan PBM di pinggir rantai nilai, tetapi sebagai bagian integral ekosistem pelabuhan yang berkontribusi pada efisiensi nasional.
Pelabuhan modern butuh PBM kuat. Indonesia logistik maju butuh kemitraan setara, bukan monopoli, bukan fragmentasi.
Rakernas di Surabaya hari ini bukan hanya rapat tahunan — ini deklarasi arah baru ekosistem pelabuhan Indonesia.
(Has/Red*)






