CILEGON, MD.Com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna. Bertempat di kantor Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Cilegon, Minggu, 7 September 2025 acara ini bukan sekadar ajang konsolidasi politik, melainkan juga wujud nyata semangat kepedulian sosial partai terhadap masyarakat.
Mengusung tema “Kokoh Bersama Majukan Cilegon untuk Indonesia”, Musda dihadiri jajaran pengurus wilayah PKS Banten, termasuk Ketua Dewan Syariah Wilayah H. Imron Rosyadi, Lc, dan perwakilan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah Rahayu Fitrianti, ST, M.Pd.
Musda Awali dengan Aksi Sosial
Berbeda dari musyawarah politik pada umumnya, pembukaan Musda PKS Cilegon diwarnai dengan pembagian ratusan paket sembako berisi sayur mayur, lauk pauk, dan minyak goreng kepada warga sekitar kantor partai. Aksi sosial ini menjadi cerminan konsistensi PKS dalam membumikan semangat pelayanan dan kepedulian secara langsung kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia pelaksana menegaskan, “Bakti sosial ini bukan sekadar acara rutin, tapi bagian dari DNA kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat.”
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa PKS tidak hanya hadir sebagai entitas politik semata, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Menghargai Jejak Pengurus Lama
Dalam rangkaian acara, PKS Cilegon juga memberikan penghargaan kepada pengurus periode sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras selama lima tahun terakhir. Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Cilegon, dr. Hj. Shinta Wishnu Wardhani, menyerahkan cinderamata sebagai tanda penghormatan atas kontribusi para pengurus lama.
Tiga Pilar Utama untuk Majukan Kota Baja
Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Fery Budiman, menegaskan bahwa perjuangan partai lima tahun ke depan berfokus pada tiga pilar utama: kolaborasi lintas elemen, kaderisasi berkelanjutan, dan pelayanan masyarakat yang optimal.
“PKS hadir bukan untuk golongan tertentu, melainkan sebagai rahmatan lil’alamin yang memberi manfaat seluas-luasnya tanpa membeda-bedakan,” ujar Fery dalam sambutannya.
Menurut Fery, soliditas struktur organisasi dan semangat kolektif para kader menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak di Kota Cilegon.
Momentum Konsolidasi dan Pembaruan
Musda ke-VI ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat barisan internal PKS dan meneguhkan arah perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik yang terus berubah. Penegasan tiga pilar utama menjadi fondasi agar PKS tidak hanya hadir sebagai partai politik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berdampak nyata.
“Kolaborasi, kaderisasi, dan pelayanan adalah modal utama kami untuk terus bergerak maju bersama masyarakat Cilegon,” tutup Fery penuh optimisme.
Musda PKS Kota Cilegon bukan hanya tentang perombakan struktur organisasi, melainkan cerminan semangat baru yang ingin lebih berdaya dan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali, demi kemajuan bersama Kota Baja.
(Genta/Red*)






