CILEGON, MD.Com – Alam bawah laut Merak, Kota Cilegon, menjadi sorotan puluhan relawan dari berbagai wilayah di Banten dan sekitarnya dalam kegiatan latihan dasar gabungan bertajuk Coral Reef Check, yang digelar sejak Sabtu hingga Minggu (28–29 Juni 2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia (AKSI), di bawah komando Ketua Ahmad Hafid, SM., dengan mengangkat tema: “Mari Lestarikan Alam Bawah Laut Kita.”
Latihan ini bukan sekadar ajang uji kemampuan menyelam, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap ekosistem laut—khususnya terumbu karang dan biota laut yang kian terancam oleh aktivitas manusia dan limbah industri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cilegon tak hanya rawan bencana alam, tapi juga bencana industri. Maka, menjaga laut bukan sekadar pilihan, tapi keharusan,” tegas Ahmad Hafid kepada Jurnalis Maritimdaily.com
Didukung Lintas Elemen, dari Relawan hingga Instansi Pemerintah
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak lintas sektor. Di antaranya:
- KORMI Provinsi Banten
- POTSAR Banten
- BPBD Provinsi Banten
- PMI Pulomerak
- FBN (Fesbuk Banten Neu)
- ASP Tangsel
- Berbagai relawan dari Tangerang, Jakarta, Serang, Bekasi, Lebak, Pandeglang, Cilegon, Rangkas, Maja hingga Balaraja
- BMCI Banten, Pemuda Meksi Mekarsari, PODSI Cilegon
- POSSI Banten, Cilegon, Pandeglang
- LANAL Banten, serta masyarakat Mekarsari
Turut mendukung pula Walikota Cilegon Robinsar gerak cepat langsung dengan menurunkan alat berat untuk normalisasi sungai di kawasan Mekarsari. Sebagai bagian dari aksi lingkungan, peserta juga melakukan bersih-bersih sampah di pesisir laut.
Demi Laut yang Bersih dan Masa Depan yang Aman
Menurut Ahmad Hafid, kegiatan ini memiliki tujuan strategis: membangun kesadaran masyarakat lokal, khususnya warga Cilegon, agar memiliki kemampuan menyelam secara mandiri. Ini penting bukan hanya untuk pariwisata atau konservasi, tapi juga untuk mendukung keselamatan dalam menghadapi potensi bencana—terutama di kota industri seperti Cilegon.
“Kami ingin masyarakat ikut ambil bagian menjaga laut. Harus ada sinergi—antara warga, pemerintah, hingga industri. Jika laut bersih dan sehat, bukan hanya ekosistem yang selamat, tapi juga ekonomi tumbuh dan risiko bencana bisa diminimalkan,” tambah Hafid.
Di akhir acara, Ketua AKSI menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan instansi yang telah memberikan dukungan—baik materiil, logistik, maupun moral.
“Semoga ini bukan kegiatan terakhir. Kami berharap, ini jadi awal perubahan positif untuk kelestarian laut dan lingkungan hidup di Banten,” tutup Hafid.
(Has/Red*)






