Pelaut Indonesia Dituntut Pahami ISM Code untuk Tingkatkan Daya Saing Global

- Redaksi

Kamis, 26 Desember 2024 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MD.Com – Dubai UEA. Industri pelayaran global terus berkembang pesat, mencakup sektor logistik melalui transportasi laut serta eksplorasi sumber daya alam seperti minyak dan gas di tengah laut. Perkembangan ini memacu kompetisi antar perusahaan pelayaran dalam menyediakan armada kapal yang modern, efisien, dan memenuhi berbagai standar internasional.

Salah satu standar yang harus dipenuhi oleh perusahaan pelayaran adalah ISM Code (International Safety Management Code), yang mengatur tentang keselamatan dan pengoperasian kapal. Menurut Capt. H. Dicky Sumirat, M.Mar, tokoh pelaut Indonesia, dalam wawancaranya dengan Maritimdaily.Com, kapal yang beroperasi di lintas internasional wajib memenuhi standar kelayakan yang ketat, termasuk sistem keselamatan yang telah diatur dalam ISM Code.

Capt. Dicky, yang juga merupakan alumni Akademi Maritim Cirebon (AMC), menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran operasional kapal, setiap awak kapal dituntut untuk memiliki kompetensi dalam beberapa bidang. Mereka harus mampu mengoperasikan kapal secara aman, menjamin keselamatan di atas kapal, dan mengantisipasi potensi pencemaran laut. Selain itu, para pelaut juga harus memahami pentingnya efisiensi bahan bakar serta memenuhi persyaratan asuransi kapal.

Kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh pelaut Indonesia, menurut Capt. Dicky, meliputi pengetahuan mendalam tentang navigasi (nautika) dan mesin kapal (teknika) yang diperoleh selama pendidikan di akademi pelayaran. Lebih lanjut, kemampuan bahasa Inggris juga menjadi salah satu aspek penting yang harus dikuasai, mengingat bahasa tersebut adalah bahasa internasional dalam dunia pelayaran.

Namun, tantangan bagi pelaut Indonesia tidak berhenti di situ. Kapal-kapal modern yang beroperasi saat ini telah mengikuti standar terbaru dalam SOLAS (Safety of Life at Sea). dan pelaut dituntut untuk terus mengembangkan keterampilan teknis mereka sesuai dengan jenis kapal yang dioperasikan. Kapal offshore, harbour tug, kapal survey, kapal logistik (kontainer dan kargo), serta kapal tanker, masing-masing memerlukan keahlian khusus. Oleh karena itu, pelaut Indonesia harus siap beradaptasi dengan beragam jenis kapal dan mengembangkan keterampilan yang relevan.

Baca Juga :  BPSDM Kemenhub Luncurkan Pelatihan Maritim Inovatif, Cetak Pelaut Indonesia Siap Saingi Global

Tidak hanya keterampilan teknis, kemampuan soft skills seperti negosiasi juga menjadi elemen penting, terutama dalam pengelolaan gaji dan standar pasar yang berlaku di industri pelayaran global.

Menurut Capt. Dicky yang saat ini Menjadi Master di ASD TUG MIilik ADNOC Logistik, banyak perusahaan pelayaran di Timur Tengah yang mengoperasikan kapal offshore dan harbour tug yang mengakui kualitas serta kemampuan pelaut Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa kompetensi pelaut Indonesia di kancah internasional semakin dihargai, asalkan mereka terus meningkatkan kualitas dan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang berlaku. Yang saat ini sedang berlayar di Timur Tengah.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang ISM Code, serta peningkatan kompetensi teknis dan soft skills, pelaut Indonesia dapat terus bersaing di pasar global yang semakin ketat.

Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Desember 2024 - 16:05 WIB

Pelaut Indonesia Dituntut Pahami ISM Code untuk Tingkatkan Daya Saing Global

Berita Terbaru