Zia Ulhaq; Jam Tangan, Mobil Mogok, dan Masa Depan HIPPI

- Redaksi

Kamis, 1 Mei 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, MD.Com – Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon tak lagi sekadar agenda rutin tahunan. Diselenggarakan pada Rabu, 30 April 2025 di Hotel Marbella, Anyer, forum ini menjelma menjadi ruang perenungan dan peneguhan arah baru bagi para pengusaha lokal.

Dengan latar ombak Pantai Anyer yang tenang, para pengurus dan tokoh HIPPI berkumpul dalam suasana yang terasa lebih dari sekadar formalitas. Hadir dalam pertemuan itu Ketua DPD HIPPI Banten Syaiful Bahri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon Andriyanti, serta sejumlah penasihat organisasi. Namun sorotan utama jatuh pada Ketua DPC HIPPI Kota Cilegon, Zia Ulhaq.

Baca Juga :  Dugaan PT MMS Abaikan Amdal, Aktivis Desak Evaluasi Ulang

Dalam sambutannya, Zia mengajak para anggota untuk tidak larut dalam euforia nama besar HIPPI semata. “Kita ingin HIPPI bukan hanya bendera, tapi rumah yang kuat fondasinya,” ujar Zia, yang membingkai pesannya lewat kisah seorang kakek dan jam tangan: harga jam bisa melonjak jika ditempatkan di toko yang tepat. “Nilai kita, seperti jam itu, sangat tergantung pada tempat dan momentum.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya bicara makna, Zia juga menyinggung capaian dan tantangan yang dihadapi organisasinya. Ia menyebut perlunya revitalisasi internal: membangun komunikasi, menjahit ulang kolaborasi, dan menyusun strategi yang lebih adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi. “Jangan sampai kita jadi mobil mogok. Bisnis hari ini menuntut mental baja dan kelincahan berpikir,” katanya.

Baca Juga :  Roadshow MuslimPreneur Perdana di Cilegon: Ketika Spiritualitas dan Bisnis Dipertemukan dalam Satu Panggung

Rakercab ini, menurut Zia, adalah penanda niat untuk bergerak lebih tertata. HIPPI Cilegon ingin menghapus citra organisasi yang pasif dan menggantinya dengan mesin kolektif yang dinamis, terutama dalam merespons kebutuhan pengusaha pribumi di kota industri itu.

Di luar ruang sidang, obrolan para peserta menggambarkan harapan yang sama: agar HIPPI menjadi lebih dari sekadar organisasi, tapi juga menjadi simpul solidaritas dan kekuatan ekonomi baru di daerah.

HIPPI Kota Cilegon tengah bersiap, bukan hanya untuk pulih, tetapi juga untuk bangkit — lebih kuat, lebih relevan.

(Red*)

Berita Terkait

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat
APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A
Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional
Dugaan PT MMS Abaikan Amdal, Aktivis Desak Evaluasi Ulang
Roadshow MuslimPreneur Perdana di Cilegon: Ketika Spiritualitas dan Bisnis Dipertemukan dalam Satu Panggung
Aptrindo Banten Gelar Rapat Persiapan Musda III, Bursa Calon Ketua Resmi Dibuka
Menuju Rakerwil II, APBMI Banten Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan
SNNU Banten Dorong Regenerasi Nelayan Lewat Konfercab Serang
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:59 WIB

APBMI Banten Kritik Kemenhub: Pembatasan Pelabuhan Jelang Lebaran Hambat Bongkar Muat

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:30 WIB

APBMI Datangi Pelindo Regional 2, Bongkar Fakta di Balik Insiden Dermaga 5A

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:04 WIB

Ketua Umum APBMI Pusat Dorong Seleksi Ketat dan Percepatan Layanan Pelabuhan demi Logistik Nasional

Senin, 1 Desember 2025 - 15:44 WIB

Dugaan PT MMS Abaikan Amdal, Aktivis Desak Evaluasi Ulang

Minggu, 23 November 2025 - 19:13 WIB

Roadshow MuslimPreneur Perdana di Cilegon: Ketika Spiritualitas dan Bisnis Dipertemukan dalam Satu Panggung

Berita Terbaru